CAPTURING OPPORTUNITIES FOR FUTURE GROWTH

Setiap bisnis menginginkan tumbuh seiring dengan munculnya peluang yang terjadi di pasar yang akan membawa dampak perubahan bagi setiap pengusaha.

Perseroan harus selalu jeli untuk menangkap setiap peluang yang ada dan menjabarkannya menjadi strategi dan eksekusi yang konsisten untuk terus membuat pertumbuhan di masa depan.

 

SEKILAS PERUSAHAAN

Pengembangan industri pariwisata nasional merupakan salah satu fokus utama pemerintah dalam rangka mendorong peningkatan devisa negara. Pada tahun 1991, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (PARPOSTEL) mencanangkan 10 kawasan wisata sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia. Makassar, saat itu dikenal sebagai Ujung Pandang, merupakan salah satu diantaranya.

PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk memulai sejarahnya pada 14 Mei 1991 dimana Perseroan pertama kali didirikan sebagai sebuah perusahaan konsorsium antara Pemerintah Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan, Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Makassar, Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Gowa, serta pihak swasta. Perseroan pertama kali didirikan dengan nama PT Gowa Makassar Tourism Development Corporation (GMTDC).

Sebagai tindak lanjut dari pencanangan 10 kawasan wisata yang diumumkan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (PARPOSTEL), yang pada saat itu dijabat Susilo Sudarman, maka Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan, H. Achmad Amiruddin, memberikan rekomendasi atas Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Wisata kepada GMTDC pada tanggal 4 Juli 1991. Pada tanggal 8 Juli 1991, Menteri PARPOSTEL secara resmi menyetujui GMTDC sebagai Pengelola Kawasan Wisata Tanjung Bunga, Sulawei Selatan. Persetujuan ini ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan No. 1188/XI/1991 tanggal 5 November 1991 tentang peruntukan tanah seluas 1.000 hektar untuk pembangunan Kawasan Pariwisata Tanjung Bunga atas nama GMTDC, yang disempurnakan dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan No.138/II/1995 tanggal 15 Februari 1995.

Pada awalnya tidak ada investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya untuk pengembangan Kawasan Pariwisata Tanjung Bunga, yang saat itu masih penuh dengan semak belukar dan rawa, mengingat besarnya dana yang dibutuhkan, potensi pasar yang tidak pasti serta tingkat risiko yang sangat tinggi.

Proses pengembangan Kawasan Pariwisata Tanjung Bunga memulai langkahnya sejak Lippo Group menyatakan kesediaannya untuk menjadi investor utama dan memutuskan untuk bergabung dengan Perseroan pada tahun 1994. Pada tahun 1995, Perseroan mulai melakukan pengkajian atas pembangunan kawasan, pembelian lahan, pengurusan izin, proses rancang bangun hingga pembuatan master plan kawasan.

Dalam rangka memacu pengembangan kawasan Tanjung Bunga, Perseroan membangun Jalan Metro Tanjung Bunga yang menghubungkan kota Makassar dengan Kabupaten Gowa dan Takalar. Pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 6 km tersebut menelan biaya kurang lebih Rp 70 miliar yang seluruhnya ditanggung oleh Perseroan. Selain pembangunan jalan utama berupa jalan Metro Tanjung Bunga, Perseroan juga mulai membangun infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya serta fasilitas pariwisata di dalam kawasan Tanjung Bunga, yakni Pantai Akkarena yang kini menjadi salah satu tujuan wisata utama di Makassar, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah Kawasan Pariwisata Tanjung Bunga. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1997 dan pembangunan klaster perumahan dimulai pada tahun 1998.

Pada tanggal 9 November 2000, Perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) melalui surat No. S-3239/PM/2000 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering-IPO) dengan menawarkan sebanyak 35.538.000 saham baru Perseroan kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per lembar saham dan harga penawaran Rp 575 per lembar saham. Pencatatan saham Perseroan (company listing) dilakukan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tanggal 11 Desember 2000 dan Perseroan secara resmi menjadi Perusahaan Terbuka. Hal ini merupakan catatan penting dalam sejarah perkembangan dunia usaha di Sulawesi Selatan serta Kawasan Timur Indonesia pada umumnya karena Perseroan telah mencatatkan dirinya sebagai perusahaan pertama yang berdomisili di Makassar yang menjadi Perusahaan Terbuka.

Keberhasilan membangun dan mengembangkan kawasan Tanjung Bunga menjadi sebuah Kota Mandiri sebagaimana terlihat pada saat ini adalah buah dari perjalanan panjang, kerja keras, dedikasi dan sikap profesionalisme jajaran manajemen beserta segenap staf Perseroan dalam pengelolaan Perseroan, serta ditopang oleh adanya dukungan dan kepercayaan dari masyarakat, pemegang saham, investor, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Tanjung Bunga - The Pride Of Makassar